Air Terjun di Desa Bonto Manurung
AIR TERJUN DI DESA BONTO MANURUNG
Penelitian ini, kami diberi kesempatan untuk meneliti destinasi wisata yang berada di desa Bonto Manurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kami tidak meneliti semua destinasi wisata yang ada di desa tersebut. Kami hanya meneliti tentang destinasi air terjunnya, salah satu destinasi yang banyak diminati oleh masyarakat lokal dan masyarakat luar.
Berdasarkan data yang kami himpun dari beberapa warga lokal di sana, terdapat empat air terjun yang menjadi destinasi wisata andalan masyarakat Maros khususnya warga Tompobulu, yaitu Air Terjun Pung Bunga, Jami, Saliu, dan Tumbu. Keempat air terjun ini, yang paling mudah untuk diakses bagi warga adalah Air Terjun Pung Bunga.
Wisata air terjun ini bukan hanya menarik perhatian warga lokal akan keindahannya, banyak orang dari luar Kabupaten Maros pun mengunjungi tempat ini. Menurut Pak Dirman selaku masyarakat Bonto Manurung, Pung Bunga mempunyai keunikan tersendiri. Air Terjun Pung Bunga berjarak lebih dari dua kilo meter dari rumah Pak Dirman. Untuk memasuki di air terjun tersebut, tidak dikenakan biaya sama sekali karena belum diresmikan.
Menurut informasi yang kami dapatkan dari Ibu Rika, salah satu masyarakat di Bonto Manurung, Pung Bunga merupakan salah satu air terjun yang paling dekat. Ia mengatakan bahwa Air Terjun Pung Bunga sering dikunjungi oleh para wisatawan. Selain itu, Ibu Rika juga mengatakan bahwa Air Terjun Pung Bunga masih satu aliran dengan air terjun lainnya.
Ironinya, banyak kejadian mengerikan dan menyedihkan telah terjadi di Air Terjun Pung Bunga. Menurut informasi yang kami dapatkan, terdapat empat (4) orang yang telah menjadi korban di tempat ini, kejadian terakhirnya terjadi pada sekitar akhir tahun 2021. Menurut Ibu Rika, sejak kejadian itu, pemerintah sekitar memutuskan untuk menutup tempat ini sementara waktu, tetapi masih banyak masyarakat atau pun wisatawan yang tidak peduli dengan himbauan tersebut.
Menurut legenda yang diceritakan oleh Kepala Dusun Baru, Pak Samsir, nama Air Terjun Pung Bunga berasal dari nama sepasang suami istri yang pernah tenggelam di air terjun tersebut, yaitu Puang dan Bunga. Selain itu, tidak pernah ada kejadian yang menelan korban jiwa sebelum wisata tersebut disentuh oleh masyarakat luar. Legenda mengenai penamaan Air Terjun Pung Bunga tersebut juga hanya disebar dari mulut ke mulut oleh masyarakat setempat.
Tahun 2017, wisata air terjun di Desa Bonto Manurung ini mulai ramai dikunjungi. Menurut warga lokal, setelah kejadian yang menelan empat korban jiwa, sudah jarang masyarakat lokal ataupun wisatawan yang turun ke Air Terjun Pung Bunga ini. Selain itu, menurut informasi yang kami dapatkan dari Pak Dirman, setiap tahun tempat ini selalu dijadikan sebagai tempat sesajian oleh orang luar yang tidak diketahui asal usulnya. Hal ini dianggap menjadi penyebab para pengunjung kerap mengalami kesurupan. Pak Dirman juga mengatakan bahwa ada penjaga di air terjun tersebut.
Keempat air terjun yang terletak di Desa Bonto Manurung memiliki keindahan dan daya tarik masing-masing. Menurut warga sekitar dan para wisatawan yang berkunjung di Desa Bonto Manurung ini, Air Terjun Saliu adalah yang paling indah dengan pemandangan air terjun yang bertingkat tiga. Walaupun letak dari air terjun ini berada di lereng gunung yang terbilang cukup jauh untuk diakses, jalan menuju ke tempat tersebut cukup bagus, sehingga Air Terjun Saliu selalu ramai pengunjung.
Sampai saat ini, keempat air terjun yang terletak di Desa Bonto Manurung ini belum diresmikan pemerintah, sehingga tidak ada pula biaya yang perlu dikeluarkan ketika mengunjungi tempat tersebut. Selain itu, untuk menjangkau Air Terjun Tumbu masih sulit karena akses jalan yang kurang memadai. Air Terjun Tumbu hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua yang dikendarai oleh orang yang sudah menguasai medan menuju air terjun tersebut.

Mantap.
BalasHapus