KEDATANGAN PRAKTISI DI MATA KULIAH PENYUNTINGAN

 KEDATANGAN PRAKTISI DI MATA KULIAH PENYUNTINGAN


Ahmad Fauzan | 2 Desember 2023

Sumber: Wahyu Try Baharsyah (1/12/2023/12.11 WITA)

Makassar - Wahyu Try Baharsyah atau biasa dipanggil Bayu (praktisi) berdomisili di Eropa, turut serta membagikan pengalaman dan ilmu mengenai kepenulisan dalam mata kuliah Penyuntingan di Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin pada Jumat pagi (1/12/23).

"Selamat pagi, teman-teman. Perkenalkan nama saya Wahyu Try Baharsyah atau biasa dipanggil Bayu. Saya alumni Universitas Hasanuddin. Hari ini saya ingin memberikan sedikit ilmu di mata kuliah Penyuntingan. Satu jam yang akan mendatang kita membahas seputar Penyuntingan," ujar Bayu melalui Zoom (1/12/23) pukul 10.50 WITA.

Bayu menyatakan ia akan berkonstribusi pada mata kuliah Penyuntingan sampai pekan ke-16, sebab mendapatkan arahan dari salah satu dosen pengampu mata kuliah Penyuntingan.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam proses menyunting berita.

"Dalam proses menyuntingan, hal pertama yang perlu teman-teman perhatikan adalah untuk menyimak. Lihat dan simak berita dengan baik-baik. Kedua, ejaan dan diksi. Gunakan ejaan yang benar. Gunakan bahasa yang sederhana, singkat, padat, dan jelas. Ketiga, apakah berita itu layak untuk disampaikan atau tidak. Keempat, evidence. Perhatikan waktu dan tanggal kejadian atau peristiwa yang diberitakan," ujar Bayu.

Selain itu, Bayu menyampaikan bahwa dalam membuat judul berita terdapat enam cara yang perlu untuk diperhatikan. Pertama, kata kunci yang penting. Masukkan kata-kata kunci yang relevan dengan topik berita untuk menarik pembaca yang tertarik pada topik tersebut. Kedua, ringkas dan jelas. Gunakan kata-kata yang singkat dan langsung pada inti dari berita tersebut. Pilih diksi yang populer. Ketiga, hindari menulis singkatan yang tidak umum. Kesalahan umum lainnya yang perlu dihindari dalam menulis berita adalah menulis singkatan yang tidak lazim. Perlu dipahami bahwasannya tidak semua pembaca familiar dengan berbagai singkatan. Keempat, informatif. Judul harus memberikan gambaran yang akurat tentang isi berita, mencakup unsur penting atau peristiwa yang terjadi. Kelima, hindari menulis judul normatif. Gabungkan unsur kejutan, pertanyaan, atau pernyataan yang menarik perhatian. Hindari menulis judul yang normatif. Sebab, judul normatif tidak banyak menarik minat pembaca. Keenam, sesuaikan dengan target pembaca. Sesuaikan judul dengan minat dan kebutuhan target pembaca untuk meningkatkan daya tariknya. Menurut Bayu, dalam melakukan proses menyuntingan, perlu dilihat dan dibaca secara cermat. Kemudian, apakah beritanya layak atau tidak untuk disampaikan.

Penyunting: Andi Sabrina Kahar

Tanggal: 2 Desember 2023

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Linguistik: Ilmu tentang Bahasa dan Struktur Kebahasaan

Akhir dari Perjalanan Gfriend Season of Memories

Bahasa Indonesia di Era Digital: Antara Pelestarian dan Perubahan